Pusat ibadah dan informasi

Masjid Raya Mujahidin Bandung


Masjid Raya Mujahidin
mulai
dibangun pada tanggal 30 Januari
1954 atas inisiatif 25 orang warga &
tokoh masyarakat kewedanaan
Karees yang dpimpin oleh R.
Sulaeman sebagai kepala Kantor
Urusan Agama Kecamatan Karees. Rencana pembangunan ,
mendapat sambutan dari Ketua Fraksi Islam DPRD Kota Praja
Bandung, R. Oemar Soeraatmadja yang di kemudian hari
dipercaya menjadi Ketua panitia pembangunan .
Pada
tanggal 25 Juli 1955, kepanitiaan diserah terimakan
sepenuhnya kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah
Bandung. Serah terima dilakukan oleh R. Oemar
Soeraatmadja kepada H. Adang Afandi
Atas
kerja keras , ketulusan dan keikhlasan Walikota Bandung
R. Moh . Enoch Danubrata , seluruh jajaran Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah Jawa Barat yang saat itu dipimpin oleh K. H.
Sulaeman Faruq , dan para tokoh masyarakat seperti H.
Koswara dan H. Zaenal Ariffien , pada tahun 1992
pembangunan Masjid Raya Mujahidin dianggap tuntas dan
dapat berdiri dengan anggun dan berwibawa

Ikhtisar

Tiga hal utama

Tiga bagian berikut merangkum informasi dasar yang paling sering dicari jamaah dan pengunjung.

Ruang ibadah

Area salat dan ruang utama masjid menjadi pusat ibadah harian bagi jamaah setempat.

Kegiatan kemakmuran

Agenda ibadah dan kegiatan keumatan di lingkungan masjid tercantum pada halaman kegiatan.

Saluran jamaah

Pengurus dapat dihubungi melalui informasi kontak resmi untuk konfirmasi langsung.

Komitmen kami

Ketertiban ibadah dan keterbukaan informasi bagi segenap jamaah.

Masjid ini memelihara ruang ibadah yang tertib dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada warga.

Butuh panduan kunjungan?

Silakan hubungi pihak masjid melalui informasi kontak yang tersedia.